Seperti sastra lama yang lain, yang juga diterbitkan Balai Pustaka, buku ini mempunyai gaya yang khas, dengan menyajikan kehidupan masyarakat pada zamannya yang terjadi di Minangkabau. Keragaman para tokoh dari berbagai suku, akan menambah daya pikatnya, karena masyarakat pembaca akan dapat mengetahui sifat dan sikap masyarakat dari berbagai suku yang terlibat langsung dalam buku ini.
Suatu cerita bisa dikatakan mempunyai karakteristik tersendiri jika cerita tersebut bertemakan campuran kemudian dieksplorasikan dengan berbagai kepentingan orang lain yang saling berbenturan dan sekaligus dipadukan dengan persepsi yang sudah mengakar di lingkungan masyarakat
I Swasta adalah pemuda desa. Ia mampu membunuh harimau yang selama ini di hebohkan sebagai jelmaan dewa dan yang sering merusak perkampungan. Nama I Swasta menjadi terkenal dan ia diangkat menjadi abdi dan pengiring raja.rnKarena khawatir akan kalah bersaing, banyak abdi raja yang membencinya. Apalagi ketika ia mencintai gadis bernama I Nogati yang selama ini banyak di perebutkan para pria. Ban…
Inggih saking dereng wontenipun pakem pedhalangan utawi pakeliran ingkang kados mekaten menika, Pakem Pedhalangan Arjuna Wiwaha Wignjasutarnan kamanah badhe ageng pigunanipun, langkung-langkung tumrap para dhalang ingkang saweg ngudi indhakng seserapanipun.
Asri menjatuhkan pilihannya kepada seorang gadis cantik dari keluarga kaya dan terpandang. Ketika acara lamaran diselenggarakan, Asnah menutupi kepedihan hatinya dengan bersandiwara didepan Asri dan calon istri Saniah. Meskipun demikian, Saniah merasa iri dan cemburu kepada Asna. Ia melampiaskan kebenciannya kepada gadis itu.
Salah Asuhan adalah tonggak sastra kontemporer pada zamannya, ia memiliki tema aneh, dan barangkali dianggap lancang pada saat itu. Bagaimana mungkin seorang Hanafi yang hanya pribumi, yang notabene adalah kelas rendah untuk pandangan 'kelas' yang diterapkan di Hindia Belanda bisa mencintai dan menikah dengan perempuan Belanda? rnPertentangan-pertentangan psikologis, pertentangan keyakinan, dim…
Dalam tujuh belas cerpen ini Putu Wijaya memperlihatkan arah perkembangan yang baru itu. Dunia kenyataan serta dunia impian dalam cerpen-cerpen ini menyatu dan tak jelas batas-batasnya. Dilihat dari akar budaya kita, cerpen-cerpen Putu Wijaya mengingatkan kita kepada dunia dongeng.rnBerbagai tema dalam cerpen-cerpennya berusaha mengungkapkan dunia kenyataan kita hari ini secara lain, tidak real…
Roman kedua Tetrologi, Anak Semua Bangsa, adalah periode observasi atau turun kebawah mencari serangkaian sepirit lapangan dan kehidupan arus bawah Pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan Raksasa Eropa. Di titik ini Minke dihadapkan antara kekaguman yang melimpah-limpah peradaban Eropa dan kenyataan diselingkungan bangsa yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan Sidney dan perempuannya …
Kartini tidak punya massa, apalagi uang. Uang tidak akrab dengan perempuan hamba seperti Kartini. yang dipunyai Kartini adalah kepekaan dan keprihatinan dan ia tulislah segala-gala perasaannya yang tertekan itu. Dan hasilnya luar biasa, selain melambungkan nama Kartini, suaranya bisa terdengar sampai jauh, bahkan sampai ke negeri asal dan akar segala kehancuran manusia Pribumi. Pramoedya Ananta…